20 November 2008
**-- SELURUH PARTISIPAN DAN STAFF SEKRETARIAT FOKER LSM PAPUA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1429 HIJRIAH--**
Rumah | Tentang Papua Room | Links | Disclaimer | Hubungi Kami | ENGLISH

Sejarah
Peran LSM di Papua
Visi, Misi dan Tujuan
Sekretaris Executive (1991-2006)
Steering Committe (1991-2006)
Struktur Organisasi
Partisipan dan Mitra
 
Advokasi dan Studi Kebijakan Publik
Pengembangan Kapasitas Regio
Pengembangan Jaringan Informasi dan Komunikasi
Pengembangan Kapasitas Sekretariat dan Kelembagaan
 
17 Sep 2008
Rongrongan Amerika Serikat di Bumi Cendrawasih
22 Aug 2008
Front Papera Papua Barat Menuntut Penegakkan Hak Bangsa Pribumi
11 Aug 2008
Tak ada Harga Mati di Dunia ini
08 Jul 2008
10 Tahun Tragedi Biak Berdarah, Tanpa Penyelesaian
30 Jun 2008
Jalan Raya Lintas Papua, Berpeluang Menyingkirkan Masyarakat Adat
 
03 Jul 2008
Pelatihan Gender & Kesehatan
21 Apr 2008
Call for Applications for Diplomacy Training Program's Regional Indigenous Course
21 Apr 2008
WORKSHOP : Conflict Resolution in Agricultural Issues”
16 Apr 2008
LSM Desak Presiden Evaluasi Kinerja Jaksa Agung
09 Apr 2008
Fulbright Interfaith Community Action Program
09 Apr 2008
PENGUMUMAN BEASISWA FULBRIGHT (AMERIKA)
31 Mar 2008
PETISI SURVIVOR PAPUA 2008
26 Mar 2008
Keberatan atas Pembentukan Perwakilan Komnas HAM Papua
26 Mar 2008
Lomba Opini – Hadiah Total Rp. 10 juta :Tema : Hutan Lindung, PP 02/2008 & Keselamatan Rakyat.
13 Mar 2008
PENANGGUHAN PENAHANAN TERDAKWA OLIF SABAR IWANGGIN
 
 
Forum Diskusi (Seminar, FGD, Lokakarya, Semiloka, dll)
Forum Partisipan (Tahunan)
Pertemuan Partisipan (3 Tahunan)
Rapat Internal Sekretariat
 
AUDIT BPK 2007
AUDIT BPK SEMESTER I
BULETTIN PODIUM
HASIL PEMERIKSAAN SEMESTER I BPK RI TAHUN 2006
Kertas Posisi
Publikasi
Studi dan Riset Tentang Papua
Tim Advokasi Papua Tanah Damai (TAPTD)
 
Keuangan
Logo
Monev Foker LSM Papua
Statuta
 

Login Anggota | VHR Internet Streaming | Redaksi Papua Room | Editorial | Berita Harian
Info Buku | Features | Opini | Siaran Pers | Suara Pembaca | Artikel
Analisa Trend Sosial Politik Papua | Polling

Tentang Foker LSM Papua

Peran LSM di Papua

LSM di Papua mempunyai pengalaman yang luas serta memainkan peran secara nasional. Disamping ikut berperan aktif dalam memberikan masukan kepada Undang-undang desentralisasi serta Undang-Undang Otonomi Khusus 21/2001. NGO di Papua juga mempunyai kontribusi yang signifikan dalam pembuatan draft Undang-Undang tersebut, dengan memasukan peran serta masyarakat sipil pada bidang politik. Salah satu contoh adalah pembentukan MRP. Setelah pemberlakuan Otonomi khusus berjalan, NGO kekurangan strategi untuk mengelola kekuatan masyarakat sipil, terutama tentang bagaimana cara memantau pemerintahan yang baik (good government), serta peran LSM dalam mengawasi dan penyeimbang bagi pemerintahan yang baik.

Sementara LSM di Papua “merayakan” kemenangan mereka sebagai pahlawan yang membawa perubahan, partai politik dan organisasi masyarakat menjadi ragu dalam menjalankan program yang diperjuangkan oleh LSM di Papua. Pemahaman yang dangkal serta kurangnya promosi menjadi penyebab kurangnya respon positif untuk menjalankan program tersebut secara serius.

Jejak pendapat yang dibuat diantara LSM Papua juga mendapati bahwa para pimpinan LSM yang berpengalaman, pada saat ini sudah bergabung dengan pemerintah atau sector swasta dan menjalankan proyek-proyek. Memang muncul pemimpin baru tetapi terbatasnya pengalaman yang dimiliki serta dalam banyak kasus mereka berjuang sendiri- sendiri.

Menghadapi situasi seperti ini NGO di Papua cenderung untuk konsentrasi pada program kerja mereka masing-masing. Baik pada lokasi tertentu maupun pada sector tertentu. Sedikit saja perhatian NGO tertuju pada strategi advokasi untuk menciptakan iklim good government ini. Apabila Papua akan dibagi menjadi 3 atau 4 propinsi, maka sumberdaya atau pengalaman dalam bidang ini hanya terpusat di Jayapura. Sehingga di daerah Sorong, Manokwari, Fakfak, Timika, Biak akan kekurangan sumberdaya serta pengalaman dalam mengawasi dan memonitoring pemerintahan yang baik.

Pelatihan untuk pengembangan kapasitas di lapangan, bukan hanya untuk mendapatkan sumberdaya manusia yang baik saja tetapi juga akan menguatkan institusi/lembaga. Bagaimana dapat memecahkan problem dengan baik dan cepat kalau semuanya harus bergantung kepada para konsultan yang berada diluar Papua?

Itulah sebabnya FOKER sebagai koordinasi jaringan advokasi NGO di Papua mengambil inisiatif untuk meredefinisikan kembali peran NGO dalam bidang politik dan ekonomi di Papua.***
© 2006-2007 FokerLSMPapua.org, All rights reserved. E-mail : info@fokerlsmpapua.org